Ticker

6/recent/ticker-posts

HEBOH! Profil Hotman Paris: Pengacara Kondang Kini Terseret Laporan Penghinaan Wartawan di Polda

🪦< Independent Online >
Jakarta|(Persindependent.com),- Nama Hotman Paris Hutapea kembali menjadi sorotan. Bukan karena gugatan bernilai triliunan. Bukan karena sidang yang disiarkan langsung. Kali ini karena sebuah laporan yang masuk ke SPKT Polda Metro Jaya, Nomor LP/B/5291/VII/2026, 20 Juli 2026 pukul 20.37 WIB.

Pelapornya: PWI Pusat. Dugaan: pelanggaran Pasal 242 UU No. 1 Tahun 2023 tentang penghinaan terhadap profesi di muka umum. Sumbernya: sebuah video di lingkungan Kejaksaan Agung, 17 Juli 2026, yang kemudian viral dan memicu perdebatan luas.

Di tengah polemik itu, wajar jika publik kembali bertanya: siapa sebenarnya Hotman Paris?

Akar dari Laguboti: Disiplin, Didik, dan Tekad Hotman Paris lahir di Laguboti, Toba, Sumatera Utara, 20 Oktober 1959. Anak keenam dari sepuluh bersaudara. Keluarganya dikenal sebagai pengusaha otobus Bintang Utara. Tapi di rumah, yang diajarkan bukan hanya berdagang. Yang diajarkan adalah disiplin dan cinta pendidikan.

Nilai itu yang ia bawa ke Bandung.  
Di Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan, Hotman menyelesaikan S1 hanya dalam 3,5 tahun dan lulus 1981.  
Perjalanannya belum berhenti. Ia melanjutkan: Master of Law - University of Technology Sydney, Magister Hukum - Universitas Gadjah Mada Doktor - Universitas Padjadjaran, 2011

Gelar berderet. Tapi yang paling melekat adalah etos kerja: cepat, tajam, dan tidak mau setengah-setengah.

Empat Dekade di Arena Hukum Karier Hotman dimulai dari ruang sidang O.C. Kaligis & Associates. Lalu menimba ilmu di kantor Adnan Buyung Nasution. Sempat dipanggil Bank Indonesia karena prestasinya, tapi ia memilih kembali ke pengadilan. 

Tahun 1987-1998, ia bersama Makarim & Taira S dan afiliasi firma Australia Freehill, Hollingdale & Page. Di sinilah ia mengasah spesialisasinya: sengketa bisnis, keuangan internasional, dan litigasi lintas negara.

1999, ia mendirikan Hotman Paris Hutapea & Partners. Sejak itu namanya tak pernah sepi dari perkara besar:

- Tim Hukum Schapelle Corby
- Kasus JIS 
- Kasus Angeline, Bali
- Sengketa Manohara
- Kuasa Hukum Nadiem Makarim - perkara Chromebook
- Tim Hukum Prabowo-Gibran - sengketa Pilpres 2024 di MK
- Puluhan perkara korporasi dan figur publik

Ia juga tercatat sebagai anggota HKHPM - Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal.

Di Balik Jas Merah dan Kata-Kata Tajam Sulit memisahkan Hotman Paris dari citranya: jas berwarna mencolok, koleksi mobil, gaya bicara blak-blakan, dan kehadiran di layar televisi. Bagi sebagian orang itu flamboyan. Bagi sebagian lain itu strategi: membuat hukum terasa dekat, walau kadang juga memicu kontroversi.

Di luar pengadilan, ia pebisnis dan host.  
Di rumah, ia suami dari Agustianne Sinta Dame Marbun dan ayah dari tiga anak: Frank, Felicia, dan Fritz.

Catatan WartaBarkas: Wibawa Diuji Saat Sorotan Datang Dermawan bukan hanya soal berbagi. Dermawan adalah menjaga lisan, menjaga marwah profesi, dan menjaga agar kekuasaan kata tidak melukai.

Empat dekade membangun reputasi adalah perjalanan panjang. Tapi di era media sosial, satu kalimat di depan kamera bisa menguji semuanya.

Laporan ke Polda Metro Jaya saat ini masih dalam tahap penanganan.  
Pasal 242 UU 1/2023 yang disangkakan mengatur penghinaan terhadap golongan atau profesi. Ancamannya: pidana paling lama 3 tahun.

Apapun hasil akhirnya, kasus ini menjadi pengingat untuk semua: Advokat hebat diukur bukan hanya dari kemenangan di sidang, tapi juga dari kemampuan menjaga adab di luar sidang. Wartawan hebat diukur bukan hanya dari keberanian bertanya, tapi juga dari cara menjaga martabat profesi.

Hukum akan berjalan. Publik akan menilai. Dan sejarah akan mencatat, bukan siapa paling lantang, tapi siapa yang tetap menjaga wibawa di tengah tekanan.(Wb)